Minggu, 17 Agustus 2014

Motofasi Dan Renungan

Alasan di balik Kegagalan
Ilustrasi
Ilustrasi
Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa menemukan berjuta-juta dengan mudahnya, namun, alasan tetaplah alasan. Ia takan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Kerapkali alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri. Ini menjauhkan anda dari keberhasilan. Sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.
Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya berliter-liter tanah keruh dari sungai, ia saring lumpur dari pasir, ia sisir pasir dari logam, tak jemu ia lakukan hingga tampak butiran emas berkilauan. Begitulah semestinya anda memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas, bila anda terus berusaha, tekun mencari perbaikan disela-sela kerumitan serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka anda akan menemukan cahaya kesempatan. Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua emas yang ada didalamnya.
Kegagalan adalah penundaan, bukan kekalahan, dan kegagalan adalah jalan memutar, bukan jalan buntu.


Sumber : http://herman-it.blogspot.com/2008/10/alasan-di-balik-kegagalan.html

Jumat, 25 Juli 2014

Bismillah



Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya
(di situ dimulai) Dengan nama Allah yang Maha Pengasih 
Lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Naml 7:39)


Semua amalan yang mempunyai nilai, jika tidak dimulai dengan menyebut nama
Allah atau memuji Allah,
Maka amalan itu akan terputus.
(HR. Ahmad dan Ibn Majah)


Bismillah artinya dengan nama Allah
Hanya kepada-Nya kita menyembah
Cuma untuk-Nya kita beribadah
Dan keharibaan-Nya kita berserah


Bismilla banyak fadilahnya
Ditolong Tuhan tentu adanya
Mulai bekerja bacalah itu
Mendapat ridho sudahlah tentu


Di Pondok Pinang tempat jual bahan bangunan
Di Pasar Minggu orang pade jualan buah
Kalau ingin hasil yang menggembirakan
Mulailah dengan baca Bismillah


Sarung yang bagus buatan Bugis
Rajutnya rapih tidak terbelah
Dari Sulaiman kepada Balqis
Pesannya pendek pake Bismillah
Ada cerita yang luar biasa
Seorang santri nggak bisa pulang
Akibat banjir yang melanda
Mau kerumah air menghadang


Santri bertanya kepada Guru
Bagaimana caranya dapat berlalu
Guru bertitah bacalah Bismillah
Semua akan menjadi mudah


Santri yang yakin lalu menyebrang
Sungai yang banjir tanpa jembatan
Ternyata ia dapat melayang
Di atas air ia dapat berjalan


Sang guru bertanya soal cerita 
Ada rahasia apa boleh diamalkan
Santri menjawab dengan bertanya
Bukankah guru yang mengajarkan


Sang Guru lalu coba menyebarang
Sungai yang masih dilanda banjir
Keceburlah ia air menerjang
Kenapa gagal cobalah pikir


Bukan karena Bismillah yang tak lagi ampuh
Namun imanah yang kadang rapuh
Karena itu mari bersimpuh 
Kehadapan Allah harus selalu ditempuh



Pantun Betawi Klasik

Dung indung kepala lindung
Ujan dibandung di sini mendung
Anak siape pake kerudung
Mata melirik kaki kesandung.